Tarif Air Naik, Bupati Berharap Itu Tidak Memberatkan Warga

Kepala PDAM Kutai Timur Menjelaskan Dasar Kenaikan Tarif PDAM

Kepala PDAM Kutai Timur Menjelaskan Dasar Kenaikan Tarif PDAM

DISKOMINFO PERSTIK, Sangatta – Rencana kenaikan tarif air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur akhir tahun 2017 jangan sampai memberatkan warga, hal ini diungkapkan Bupati Kabupaten Kutai Timur Ismunandar pada acara Coffe Morning, Senin (7/8).

Bupati Ismunandar meminta kepada PDAM  untuk menyampaikan rencana tarif baru kepada para Camat agar dapat dibantu sosialisasinya, selain jelas apa dasar kenaikan tarif tersebut dan perbandingan tarif yang lama dan yang baru, jangan sampai dinilai memberatkan warga. “Agar masyarakat tahu kenaikan tersebut ada dasarnya dan nilai jualnya tidak memberatkan,” terangnya.

Tarif PDAM Kabupaten Kutai Timur naik sesuai instruksi pusat. Didasari oleh Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Maka kenaikan tarif akan dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama pada Desember 2017 dan tahap kedua Januari 2018. Tahap 1 rata-rata 30 persen dan Tahap 2 sebesar 50 persen. Kenaikan tarif juga terbagi mulai kelompok I hingga IV.

Kepala PDAM Kabupaten Kutai Timur Aji Mirni Mawarni menjelaskan pemberlakuan tarif baru ini selain untuk mendukung peningkatan pelayanan di seluruh wilayah Kutai Timur di 18 Kecamatan, 137 Desa ditambah 2 Kelurahan, sekaligus menindaklanjuti instruksi dari Pemerintah Pusat bahwa PDAM selain menggerakkan aspek sosial juga dituntut profit. Untuk itulah PDAM Kutai Timur akan melakukan kenaikan tarif air dengan harapan operasional, distribusi dan pelayanan kepada masyarakat semakin lancar, paling penting, kedepan PDAM bisa berjalan tanpa bergantung pada subsidi dari Pemerintah Daerah.

“Biaya operasional di Kutai Timur ini tinggi, berdasakan luas wilayah dan geografis dimana warga desa terpencar jauh, tapi harga tetap lebih murah sepuluh kali lipat. Perbandingan warga membeli air tandon 1200 liter seharga Rp 60 – Rp 70 ribu, kalau air PDAM cukup Rp 5000 untuk satu M3 (meter kubik) atau setara 1000 liter,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Untuk sosialisasinya  selain telah bekerjasama dengan media cetak maupun elektronik, diumumkan juga lewat pamflet. Khusus di Kecamatan, PDAM telah menyerahkan pada Kepala Unit dan Kepala Cabang, mereka sudah bergerak door to door” terangnya.(TIM KOMINFO/Nzl)

Amb

learn n learn make n made it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 8 =