Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Maraton Kunker Bupati Kutim: Lantik BPD, Buka Konda GKII, hingga Tinjau Kondisi Wilayah

Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan ucapan selamat kepada salah atu anggota BPD (Habibah/Prokutim)
Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan ucapan selamat kepada salah atu anggota BPD (Habibah/Prokutim)

 

SANGATTA- Sederat agenda penting menjadi rangkain kunjungan kerja Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman ke sejumlah Kecamatan selama dua hari yang mulai dari Kecamatan Batu Ampar, Long Mesangat, Busang hingga Kecamatan Muara Wahau. 

 

Kecamatan Batu Ampar menjadi daerah pertama yang di kunjungi Bupati Ardiansyah bersama rombongan. Tepatnya di desa Beno Harapan dengan agenda mengukuhkan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pegganti Antar Waktu  yakni desa Batu Timbau, Beno Harapan, Mugi Rahayu, Telaga dan Mawai Indah yang berlangsung di Balai Desa Beno Harapan, Senin (22/06/2026). 

 

Di hari yang sama, Bupati melanjutkan kungkernya, kali ini ke Kecamatan Long Mesangat. dengan  agenda serupa. Yakni melantik Anggota BPD. Namun pada kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum kantor Kecamatan ini, Bupati Ardiansyah melantik anggota BPD dari dua Kecamatan sekaligus yakni Long Mesangat dan Muara Bengkal. 

 

Ada pesan penting di sampaikan orang nomor satu di Kutim tersebut kepada seluruh anggota BPD yang baru saja di lantik. dimana dirinya meminta agar BPD menjalankan fungsi pengawasan secara optimal dalam setiap proses pembangunan desa. Salah satunya terkait alokasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta program pemerintah lainnya. 

 

Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap program bantuan keuangan khusus desa, termasuk dana yang diperuntukkan bagi Rukun Tetangga (RT). Ia meminta agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan sesuai peruntukan. 

 

“Kepala desa harus memahami bahwa setiap anggaran memiliki tujuan. Jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan masyarakat,” tegasnya. 

 

Ia meminta anggota BPD untuk tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendorong pemerintah desa untuk berjalan secara terbuka dan bertanggung jawab. 

 

Momen foto bersama Bupati Ardinaysah Sulaiman (tengah bertopi) bersama anggota BPD usai pelantikan (Habibah/Prokutim)
 

 

Setelah selesai dengan agenda pelantikan, Bupati kembali berangkat ke Kecamatan selanjutnya. Yakni Busang yang menjadi lokasi terakhir untuk membuka acara Konfrensi Daerah (Konda) VI GKII Kutai Timur yang berlangsung di Desa Rantau Sentosa yang berlangsung malam hari. 

 

Dalam Berbagaiya, Bupati menyebut, Kutim merupakan daerah heterogen dengan keberagaman suku, budaya, termasuk agama. Untuk itu, dia memastikan bahwa pemerintah daerah memberikan kesempatan dan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat menjalankan kehidupan beragama dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun dirinya juga berpesan agar setiap masyarakat mampu merawat nilai toleransi yang terjaga dengan baik di Kabupaten yang akan segera berusia ke 27 tahun ini.    

 

Pelantikan Anggota BPD Pergantian Antar Waktu (PAW) dua Kecamatan yaitu Muara Wahau dan Kongbeng menjadi agenda terakhir pada kungker selama dua hari itu. dimana pelantikan yang berlangsung di BPU Kecamatan Muara Wahau pada selasa (23/06). Bupati melantik Anggota BPD dari 10 desa di dua kecamatan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Berau  tersebut. 

 

Diketahui, dalam Kungker kali ini, Bupati juga tidak hanya menghadiri agenda resmi. Namun juga melihat secara langsung kondisi terkini di kecamatan yang dikunjungi. Ia menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat, mendengar berbagai keluhan, sekaligus menyerap aspirasi yang disampaikan secara terbuka. Tidak hanya itu, sejumlah sektor juga turut menjadi perhatiannya, mulai dari infrastruktur termasuk pelayanan publik. 

 

Bupati menegaskan bahwa kunjungan seperti ini penting dilakukan agar pemerintah daerah tidak hanya sebatas menerima laporan di atas kertas. Namun mampu memahami situasi di lapangan dengan melihat langsung di lapangan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Sumber :Prokutaitimur.go.id

#Catatan Kaki                                                                                                    
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.