SANGATTA - Sosialisasi Pengelolaan Arsip Keluarga menjadi upaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip keluarga sekaligus memperkuat tertib administrasi organisasi,, Selasa (21/07/2026).
Melalui Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kutim menggelar sosialisasi yang berlangsung di Gedung Wanita Kutim, kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DWP dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan arsip, baik dalam lingkungan keluarga maupun organisasi, sebagai bagian dari upaya menciptakan administrasi yang tertib, efektif, dan berkelanjutan.
Ketua DWP Kutim, Ny. Lisnawaty Rizali Hadi, mengatakan masih banyak yang memandang arsip hanya sebagai tumpukan dokumen atau kumpulan kertas yang hanya tersimpan di lemari. Padahal, menurutnya, arsip memiliki peran yang sangat penting karena menjadi identitas, alat bukti hukum, sekaligus sumber informasi yang sewaktu-waktu dibutuhkan.
Ia mencontohkan, dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, buku nikah, sertifikat tanah hingga dokumen berharga lainnya harus dikelola dengan baik agar mudah ditemukan saat diperlukan serta terhindar dari risiko kerusakan maupun kehilangan. Hal tersebut juga berlaku untuk pengelolaan arsip dilinkup organisasi.
Ia menambahkan, pengelolaan arsip yang baik akan mempermudah proses regenerasi kepengurusan, memperkuat akuntabilitas organisasi, sekaligus menjadi rekam jejak perjalanan DWP dari waktu ke waktu.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, Lisnawaty juga mengajak seluruh anggota DWP mulai beradaptasi dengan sistem pengarsipan digital. Menurutnya, selain tetap menjaga dokumen fisik dengan baik, penyimpanan arsip dalam bentuk digital perlu dilakukan sebagai cadangan yang lebih aman, praktis, dan mudah diakses ketika dibutuhkan.
Melalui penerapan sistem arsip yang baik, lanjutnya, efektivitas administrasi organisasi akan semakin meningkat dan keberlangsungan informasi dapat terus terjaga meskipun terjadi pergantian kepengurusan.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti sosialisasi hingga selesai sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola arsip keluarga maupun administrasi organisasi di unit kerja masing-masing.
Lebih lanjut, Lisnawaty berharap kegiatan yang menghadirkan narasumber Anjar Rahmawati, Arsiparis Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas administrasi DWP di seluruh Kabupaten Kutai Timur sehingga organisasi semakin profesional, tertib, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.