Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Wabup Mahyunadi, Pemkab Kutim Siap Realisasikan Usulan Warga Rindang Benua

Wabup Mahyunadi memberikan keterangan usai Pembukaan Festival  Budaya Dayak Kenyah Bengen Lepek Majau
Wabup Mahyunadi memberikan keterangan usai Pembukaan Festival Budaya Dayak Kenyah Bengen Lepek Majau

ANGATTA SELATAN - Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, memastikan berbagai usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat Dusun Rindang Benua terkait peningkatan infrastruktur dasar akan menjadi perhatian Pemkab Kutim.

Hal itu disampaikan Wabub Mahyunadi usai menghadiri Festival Budaya Dayak Kenyah Bengen Lepek Majau di Dusun Rindang Benua, Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (05/06/2026).

Menurut Wabub Mahyunadi, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pengembangan di seluruh  wilayah di Kutim. tidak terkecuali Desa Rindang Benua, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas umum termasuk pengembangan potensi wisata budaya.

“Usulan-usulan yang disampaikan tadi pada prinsipnya tidak ada masalah. Kita akan upayakan melalui APBD Perubahan maupun APBD Murni Tahun 2027 sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Disisi lain, dirinya mengapresiasi dan mengaku kagum dengan keharmonisan yang terjalin oleh warga  Desa rindang Benua. Dimana  kehidupan masyarakat di wilayah yang terletak di jalan antar Provinsi tersebut dinilai mampu menjaga keharmonisan ditengah keberagaman suku, adat, budaya dan agama. Hal itu bisa di lihat, saat dirinya menyaksikan tarian daerah pada pembukaan Festival yang ditampilkan oleh  masyarakat dari berbagai etnis yang bermukim di wilayah tersebut. 

“Tadi kita lihat para penari berasal dari berbagai suku dan mereka tampil sangat baik. Itu menunjukkan bahwa kebersamaan masyarakat di sini sudah terjalin dengan sangat kuat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, diirnya juga mengungkapkan, bawha untuk mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembang pariwisata, Mahyunadi menegaskan pemerintah akan berupaya meningkatkan fasilitas pendukung agar akses menuju lokasi semakin baik dan nyaman bagi pengunjung.

“Pada dasarnya kawasan ini sudah menjadi dusun wisata, meskipun belum ditetapkan secara resmi. Ke depan saya sudah meminta Dinas Pariwisata agar kegiatan Bengen Lepek Majau dimasukkan dalam agenda tahunan daerah,” jelasnya.

Selain mendukung pelestarian budaya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Kenyah kepada masyarakat yang lebih luas.

 Kepala Adat Jating Lahang menyampaikan sejumlah usulan pembangunan, mulai dari penyediaan air bersih, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan jembatan permanen, bantuan kelompok tani, pembangunan balai adat dan budaya, hingga pengembangan fasilitas pendidikan dan olahraga.



 

Penulis: Maulana

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.