SANGATTA -
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri sekaligus membuka Konfrensi cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke VIII cabang Sangatta, yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Kamis (5/1/2023).
Ardiansyah dalam kesempatan itu menegaskan, pentingnya berorganisasi. Khususnya bagi kalangan mahasiswa. Berorganisasi yang baik, diharapkan bisa menjadi salah satu bekal di masa depan.
"Kita tau, bahwa pemimpin di negeri ini, dilahirkan dari organisasi-organisasi yang ada Indonesia, " ucap orang nomor satu di Kutim ini.
Ia menyevut, seluruh organisasi kepemudaan termasuk PMII merupakan salah satu media untuk belajar bagi masyarakat. Serta menjadi bagian untuk regenarsi pemimpin negeri ini dimasa depan.
"Maka saya berpesan jadilah pemimpin dimana saja, datang menggenapi, pergi mengurangi," tuturnya.
Lebih jauh Ardiansyah berharap, dengan adanya Konfercab PMII itu, bisa menghasilkan generasi pemimpin yang mampu membawa organisasi yang lahir pada 17 April 1960 ini terus berkembang serta lebih baik lagi kedepan.
Untuk diketahui, Kongercab PMII ke VIII cabang Sangatta kali ini mengambil tema Transformasi Kepemimpinan PMII dalam membangun Peradaban. Dengan agenda utama pemilihan ketua serta pengurus masa bhakti 2022-2023 yang akan berlangsung selama 3 hari mulai 5 hingga 8 Januari 2022 di gedung Kwarcab Pramuka di jalan APT Pranoto Sangatta Utara.
Penulis : Tehjo
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.