SANGATTA – Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi pengalaman berharga bagi Akhmad Annur, siswa SMA Negeri 1 Sangatta Utara.
Akhmad Annur mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai pengerek bendera pada prosesi penurunan Sang Merah Putih dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kutai Timur yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati, Senin (17/08/2026) sore. Momen tersebut berlangsung di hadapan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi jajaran Forkopimda serta undangan lainya.
Tugas tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Akhmad. Putra dari Misbahuddin dan Nurlin ini, mengaku hasil yang dijalaninya ternyata jauh lebih baik dari ekspektasi awal. Sebelum mengikuti rangkaian pelatihan, ia sempat membayangkan proses yang akan dijalani cukup sulit. Namun, setelah mengikuti pelatihan dan beradaptasi bersama rekan-rekannya, kekhawatiran tersebut justru berubah menjadi pengalaman yang membanggakan.
“Ini mungkin bukan ekspektasi saya, karena yang saya pikirkan awalnya hancur. Tapi ternyata berbeda. Lebih bagus dan lebih sempurna,” ungkap Akhmad Annur.
Menurutnya, dukungan dari teman-teman menjadi salah satu faktor penting yang membuat dirinya dan rekan-rekan Paskibraka mampu menjalani proses pelatihan dengan penuh semangat. Kebersamaan yang terbangun selama pelatihan membuat mereka lebih mudah menghadapi setiap tahapan.
“Karena tanpa dukungan mereka (teman-teman), saya tidak jadi seperti ini. Tanpa mereka, kami tidak sesemangat ini,” katanya.
Meskipun durasi waktu pelatihan hanya berlangsung selama dua minggu, Akhmad Annur mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia bersama rekan-rekannya mampu beradaptasi dengan cepat, terlebih sebagian peserta sudah saling mengenal sebelumnya. Bagi Akhmad, waktu dua minggu untuk menjalani pelatihan justru terasa lebih mudah karena adanya kekompakan dan hubungan yang sudah terbangun antarpeserta.
“Menurut saya lebih gampang, karena sebagian dari rekan-rekan kami sudah mengenal lebih dekat, jadi lebih gampang beradaptasi,” tuturnya.
Kebanggaan Akhmad semakin terasa karena tugas tersebut disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya dan teman-teman yang datang memberikan dukungan. Kehadiran orang-orang terdekat menjadi suntikan semangat tersendiri baginya saat menjalankan tugas.
Kedua orang tua Akhmad bahkan hadir langsung menyaksikan putra mereka menjalankan tugas sebagai pengerek bendera. Raut wajah bangga terlihat saat menyaksikan Akhmad bersama anggota Paskibraka lainnya sukses menyelesaikan seluruh rangkaian tugas dengan baik.
Bagi Akhmad, kehadiran kedua orang tua dan teman-temannya membuat momen tersebut terasa semakin istimewa. Ia mengaku senang dapat menjalankan tugas di hadapan orang-orang yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
Menurut Akhmad, seluruh proses latihan dan perjuangan yang telah dijalani selama dua minggu akhirnya terbayarkan ketika dirinya mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas dalam prosesi penurunan bendera.
“Perjuangan terbayar,” ujarnya.
Di balik pengalaman sebagai Paskibraka, Akhmad Annur juga menyimpan cita-cita untuk melanjutkan pengabdiannya di bidang kepolisian. Siswa kelahiran 2009 tersebut bercita-cita menjadi polisi setelah menyelesaikan pendidikannya.
Cita-cita itu menjadi salah satu motivasi bagi Akhmad untuk terus mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan yang telah ditempa selama mengikuti rangkaian pelatihan Paskibraka.
“Insyaallah polisi,” ujarnya ketika ditanya mengenai cita-citanya.(Tejho)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan