SANGATTA -
Wakil Bupati kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta setiap Perangkat Daerah (PD) terkait, untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap Kontrak Tahun Jamak (multi years contract).
“Saya minta kepada Perangkat Daerah terkait agar dikawal. Jangan sampai kontraktornya cuma modal ngomong doang, ternyata duitnya nggak ada. Ini yang kita tidak mau," tegas Wabup Kasmidi di Musrenbang tingkat Kecamatan, di Balai Pertemuan Umum (BPU), Sangatta Utara, Selasa (21/02/2023).
Penegasan itu disampaikan pria kelahiran 1976 ini, berkaca pada pengalaman sebelumnya. Saat dirinya berpasangan dengan Bupati sebelumnya yakni Ismunandar, juga melaksanakan program dengan skema multi years contract (MYC), namun progres pembangunan tidak terealisasi dengan baik, hanya berapa persen.
“Karena anggaran ini (MYC) hanya dua tahun. Sebab program Multi Years Contrak ini berkaitan dengan masa jabatan periode (Bupati dan Wakil Bupati). Makanya saya tegaskan dinas teknis bena-benar di kawal," pinta orang nomor dua di Pemkab Kutim ini.
Lebih lanjut Kasmidi menerangkan, dengan alokasi anggaran yang cukup besar yakni Rp 1,2 Triliun ada 26 proyek pembangunan yang harus diselesaikan dalam dua tahun. Termasuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan pengumpul Kudungga (Kenyamukan).
Untuk itu, Kasmidi meminta dukungan semua pihak, termasuk masyarakat agar program yang saat ini terus dikebut pembangunanya, bisa segera terrealisasi dan sesegera mungkin di rasakan manfaanya oleh masyarakat.
Penulis : Tehjo
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.