MUARA BENGKAL -
Pembangunan bidang Infrastruktur menjadi fokus utama Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) di kepemimpinan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) disisa masa jabatan yang akan berakhir pada tahun 2024 mendatang.
"Termasuk untuk tahun ini, kita gelontorkan anggaran di masing-masing kecamatan yang cukup besar. Contohnya Kecamatan Muara Bengkal, Batu Ampar dan Muara Ancalong," ujar Wakil Bupati Kasmidi Bulang usai Musrenbangcam Muara Bengkal, Muara Ancalong dan Batu Ampar, Jumat (03/03/23), yang dipusatkan depan Gedung RS Pratama Muara Bengkal.
Dengan dukungan anggaran yang memadai, orang nomor dua di Pemkab Kutim ini berharap, perkembangan pembangunan khususnya di bidang infrastruktur bisa segera terwujud, pada seluruh wilayah di 18 kecamatan yang ada.
"Termasuk kantor pelayanan kepada masyarakat, baik itu kantor desa, Balai Pertemuan Umum (BPU) serta fasilitas umum lainnya. Yang akan kita akomodir, karena itu bagian dari pelayanan kepada masyarakat" imbuhnya.
Mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati tersisa dua tahun lagi, dirinya berharap agar usulan yang sudah dimasukkan oleh para kepala desa (kades) dalam Musrenbangcam kali ini bisa di kawal dengan baik.
"Tahun ini (2023) kita anggarkan Rp 5,9 triliun, termasuk nanti di anggaran perubahan, doakan saja semoga bisa membangun secara merata, " pungkasnya.
Penulis : Tehjo, Foto : Daus
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.