Toko Modern dan Café di Hutan Sangkulirang

fathil admin
2019-05-20
Berita Pariwisata Kaltim

DISKOMINFO PERSTIK KUTIM, SANGKULIRANG – Kunjungan Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT dalam rangka wisuda SMK Tridaya Harapan di Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Senin (20/5/2019), dimanfaatkan sekaligus, untuk meninjau beberapa fasilitas dan unit usaha di kawasan Kayan Patria Pratama (KPP) Grup.

Bupati Ismunandar diajak meninjau pabrik pengolahan karet yang dikelola oleh PT Hanusentra Agro Karet (HAK). Di sini, diperlihatkan proses pembuatan karet, mulai dari getah hasil sadapan yang dibawa petani, hingg akhirnya menjadi lembaran karet. 

Dari situ, peninjauan selanjutkan ke pengolahan air bersih yang bersumber dari mata air desa setempat. Sumber air tersebut bahkan rencananya akan diolah menjadi air mineral kemasan. Dengan potensi sekitar 5.000 botol ukuran 600 ml dalam satu jam produksi. 

Di sungai yang tak jauh dari tempat pengolahan air, Bupati juga diajak melepas bibit ikan nila dan emas, sebanyak 5 Kg. Pelepasan bibit ikan, ternyata merupakan kegiatan rutin para karyawan dari seluruh site KPP Grup, setiap hari Jumat. “Ini proses menghormati alam. Hasil yang diperoleh dari alam, dikembalikan ke alam. Bisa dipancing masyarakat Desa Kelolokan juga,” ungkap Dewan Direksi KPP Grup, Soesanto. 

Tak jauh dari tempat pelepasan ikan, berdiri TK Tridaya Harapan Yayasan Kayan Makmur. Sekolah ini, berdampingan pula dengan pusat perbelanjaan modern yang biasa disebut Hanumart oleh karyawan KPP Grup. Selain menjual kebutuhan pokok, Hanumart juga menjual produk olahan warga, karyawan maupun UKM Desa Kelolokan.  Di sebelahnya, tersedia sebuah café atau tempat menikmati kopi layaknya di ibukota kabupaten, Sangatta.  “Ternyata di tengah hutan ada toko modern dan café seperti di kota juga,” ujar Bupati Ismunandar, usai melihat-lihat lingkungan KPP Grup. 

Dari kunjungan tersebut, Ismunandar mengatakan KPP Grup, tak hanya berinvestasi di dunia usaha, tapi juga di bidang SDM. Pembangunan pabrik karet, tidak hanya karet mentah tapi barang setengah jadi. “Inilah harapan kita, investasi di Kutim tak hanya hulunya saja, tapi juga ke hilir. Bahkan kalau bisa, suatu saat end produk juga bisa dihasilkan di Kutim. Seperti rencana produk air mineral kemasan dengan memanfaatkan sumber air baku yang ada, tinggal operasionalnya saja,” ujarnya. (Diskominfo Perstik Kutim)

KOMENTAR