DISKOMINFO PERSTIK KUTIM, SANGKULIRANG - Alumnus SMK Tridaya Harapan menjadi sosok angkatan kerja siap pakai di beberapa industry yang ada di Kutai Timur. Dengan dua jurusan, yakni perkebunan dan alat berat, siswa didik diajarkan beragam ilmu untuk mendukung usaha yang menaungi perusahaan pendiri, yakni PT Hanusentra Agro Karet (HAK) dari grup Kayan Patria Pratama (KPP). Ilmu yang diperoleh di antaranya pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, produksi kayu dan pengolahan sumber air bersih.
Dalam lawatannya ke sekolah tersebut di Desa Kelolokan, Kecamatan Sangkulirang, Senin (20/5/2019), Bupati Kutim, Ir H Ismunandar MT diajak mengunjungi beragam fasilitas yang ada. Satu di antaranya adalah fasilitas laboratorium multimedia.
Di tempat ini, Bupati Ismunandar menjajal alat simulator bagaimana mengoperasikan ekcavator. Dengan petunjuk dari seorang taruna SMK Tridaya Harapan, Ismunandar menggerak-gerakkan kemudi mengikuti gambar petunjuk jalur angkutan yang ada di layar peralatan tersebut.
“Luar biasa sekali sekolahan ini dilengkapi dengan alat simulasi excavator yang bertekhnologi canggih dan modern. Saya sudah mencobanya, dan terasa seperti benar-benar berada di cabin kemudi evcavator sungguhan,” ungkap Ismunandar.
Ia mengatakan dengan adanya alat simulasi excavator, artinya para taruna dan taruni dapat mempraktekan langsung ilmu pendidikan yang ditempuh sesuai spesifikasi kejuruannya. (Tim Diskominfo Perstik Kutim)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.