Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Dari ATS Menjadi Produktif, PKBM Ambalat Mulya Kembangkan Produk Keterampilan Warga Belajar

Dari ATS Menjadi Produktif, PKBM Ambalat Mulya Kembangkan Produk Keterampilan Warga Belajar


SANGATTA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ambalat Mulya, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga memiliki komitmen untuk mendorong peserta didik memiliki berbagai keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kesejahteraan.

Salah satunya melalui pengembangan keterampilan tata boga dan ekonomi kreatif yang mulai memberikan dampak secara ekonomi. Berbagai produk telah dihasilkan warga belajar PKBM Ambalat Mulya melalui rumah produksi sederhana.

Kepala PKBM Ambalat Mulya Kecamatan Rantau Pulung, Sari Lihang Yani, menyebut latar belakang hadirnya PKBM yang berada di Jalan Desa Kebon Agung atau SP 7, Kecamatan Rantau Pulung, karena masih adanya warga yang berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS).

Kondisi tersebut menggugah dirinya bersama sejumlah rekan untuk ikut mengambil peran dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Melalui PKBM Ambalat Mulya, mereka diberikan ruang untuk kembali belajar dengan sistem pendidikan nonformal yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi peserta didik.

“Mereka rata-rata suka membuat berbagai macam makanan, baik kue maupun jajanan pasar. Menurut saya ini bisa menjadi peluang yang bagus kalau kita bisa kembangkan melalui PKBM ini,” ujarnya.

Salah satu produk unggulan yang kini dikembangkan adalah RANPULCO (Rantau Pulung Cookies). Penggunaan nama Kecamatan Rantau Pulung sengaja dipilih dan menjadi bagian dari identitas produknya.

Selain cookies, warga belajar juga memproduksi berbagai jenis kue kering, kue basah, bumbu, serta sejumlah produk kerajinan.

“Produk unggulan yang benar-benar kami tonjolkan adalah Ranpulco. Varian rasanya banyak, Choco Classic, Dark Chocolate, Red Cheese, Choco Kiss and Cream, serta Matcha Cheese,” ujar Sari.

Tidak hanya makanan, keterampilan warga belajar juga dikembangkan melalui kerajinan. Sejumlah produk yang dihasilkan antara lain jahitan, horden, lap kaki, serta kerajinan berbahan tertentu.

Seluruh proses produksi dilakukan oleh warga belajar dengan pendampingan yang melibatkan stakeholder terkait, baik pemerintah maupun swasta atau perusahaan.

Saat ini, PKBM yang berdiri sejak 2018 tersebut memiliki sekitar 20 warga belajar yang terlibat dalam kegiatan keterampilan, khususnya bidang kuliner. Program tersebut juga memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan.

Dalam kegiatan keterampilan, warga belajar tidak hanya diajarkan cara membuat produk. Mereka juga dibekali kemampuan pendukung, seperti menghitung kebutuhan bahan dan biaya produksi hingga memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses promosi, termasuk pengemasan produk.

Hasil penjualan produk hingga kini belum menjadi pendapatan rutin setiap bulan. Produksi umumnya dilakukan berdasarkan pesanan atau pre-order (PO), serta ketika PKBM mengikuti pameran maupun kegiatan yang menyediakan stan bagi pelaku UMKM.

Meski demikian, hasil penjualan tetap diberikan kepada warga belajar yang terlibat dalam proses produksi sebagai bentuk penghargaan atas keterampilan dan kerja mereka. Pembagian dilakukan berdasarkan keterlibatan dalam proses pembuatan produk.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, PKBM Ambalat Mulya juga mendapatkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana. Bantuan yang diterima antara lain mesin jahit, komputer, laptop, meja, dan lemari.

Menurut Sari, sebagian bantuan tersebut berasal dari pemerintah melalui sektor pendidikan dan perusahaan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dukungan sarana menjadi penting karena kegiatan produksi warga belajar terus dikembangkan.

Dari sisi pemasaran, produk PKBM Ambalat Mulya saat ini mulai diperkenalkan ke luar Kecamatan Rantau Pulung. Produk telah dibawa ke sejumlah kegiatan di Sangatta, Samarinda, hingga Balikpapan.

PKBM Ambalat Mulya juga telah melakukan kolaborasi dalam pengembangan produk kerajinan. Salah satunya melalui produk wakaroros yang dipasarkan melalui jaringan mitra di Sangatta.

Bagi Sari, keberadaan PKBM bukan sekadar tempat memperoleh ijazah kesetaraan. Lebih dari itu, PKBM menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, serta membangun kepercayaan diri untuk menjadi lebih mandiri.(Maulana)

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.