DISKOMINFO PERSTIK KUTIM, DENPASAR – Memasuki era revolusi industri 4.0 dalam mengikuti perkembangan dan peradaban modern, maka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menggelar APKASI Smart Regency Expo dan Forum 2019 selama tiga hari yang dilaksanakan di Denpasar, Bali. (21/8/19)
Hadirnya Pemkab Kutai Timur pada pelaksanaan APKASI Smart Regency Expo dan Forum 2019 sekaligus menjawab tantangan Kabupaten Kutim yang turut ikut andil dalam konsep Smart Regency. Pada gelaran acara tersebut, Pemkab Kutim mengutus perwakilannya, yaitu Asisten Pemkesra DR Suko Buono, M.Si, Kadis Kominfo Ir Suprihanto CES, Kabag Pemerintahan Joko dan perwakilan dari Bappeda Kutim.
“Perkembangan industri 4.0 membawa konsekuensi meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah, serta responsif yang lebih tinggi dan cepat terhadap perubahan. Di sisi lain, pemerintah daerah masih menghadapi masalah keterbatasan sumber daya manusia, anggaran dan permasalahan lainnya,” kata Asisten Pamkesra.
Suko Buono menjelaskan melalui tema menuju Kabupaten Cerdas, didukung melalui sistem teknis digitalisasi pelayanan Publik tentu memberikan banyak pembekalan (wawasan) dalam implementasinya yang turut digaungkan oleh Pemkab Kutim. (Tim Diskominfo Perstik Kutim)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.