SANGATTA - Ratusan anak-anak santri bersama masyarakat mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) yang digelar Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah, di Jalan Apt Pranoto Gang Wulan Blok B RT 39, Sangatta Utara, Minggu (13/09/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertambah spesial saat Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi turut hadir menyempatkan waktunya untuk bersama-sama dengan masyarakat merayakan hari lahir nabi yang berlangsung khidmat tersebut. Kehadirannya juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus apresiasi kepada Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah yang selama ini menjadi wadah pembinaan anak-anak dalam mempelajari serta menghafal Al-Qur’an.
Wabub Mahyunadi menyampaikan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus mengingat kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat khususnya di Kutim, dalam menyelenggarakan Maulid Nabi, bahkan hingga di luar bulan Rabiul Awal, menunjukkan kuatnya kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
“Maulid ini penting kita adakan karena menunjukkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Mahyunadi.
Lebih lanjut, Wabub Mahyunadi memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan anak-anak yang belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, pendidikan keagamaan sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi masa depan.
Pendidikan Al-Qur’an, lanjutnya, tidak hanya membentuk kemampuan membaca dan menghafal kitab suci, tetapi juga diharapkan mampu membangun pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, jujur, dan memiliki ketakwaan.
“Hal tersebut, sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi,”ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ketika generasi muda terbiasa membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat, beribadah, dan berbagi kepada sesama, nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal ketika mereka kelak memasuki dunia kerja, pemerintahan, maupun berbagai bidang kehidupan lainnya.
“fasilitas pendidikan Islam idealnya tidak kalah baik dengan fasilitas pendidikan lainnya. Ruang belajar yang bersih, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran dinilai dapat membantu anak-anak lebih fokus dalam belajar,” ujarnya.
Wabub Mahyunadi juga membuka peluang agar pengembangan fasilitas Rumah Qur’an dapat dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, semangat masyarakat dalam membangun pendidikan keagamaan secara mandiri merupakan hal positif yang perlu didukung sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pengelola lembaga pendidikan keagamaan, dan pemerintah dapat terus diperkuat. Dengan dukungan tersebut, Rumah Qur’an dan lembaga pendidikan Islam lainnya di Kutai Timur diharapkan mampu berkembang menjadi tempat pembinaan generasi muda yang berkualitas.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah di isi dengan berbagai kegiatan termasuk mendengarkan tausiah yang disampaikan Ustaz Andi Arafah. (Maulana)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan