KARANGAN- Pesan penting diberikan oleh Tim Verivikasi Geopark Nasional (TVGN) kepada masyarakat Kutai Timur agar terus mejaga kawasan Geoparak Sangkulirang Mangakalihat, salah satunya Goa Mengkuris (Telapak Tangan) yang memiliki nilai ekologis, geologis, dan budaya yang sangat tinggi.
Ketua Tim TVGN Prof Mega Fatimah Rosana menilai keberadaan situs sejarah yang ada di Desa Batu Lepoq ini memiliki nilai sangat penting, tidak hanya sebagai warisan budaya masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan ilmiah yang perlu dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan.
“Ini (lukisan Telapak Tangan) memiliki nilai sejarah penting dan perlu kita jaga jangan sampai rusak,” ujarnya.
Salah satu upaya yang di sampaikan oleh perempuang yang memiliki keahlian di bidang mineralogi, petrologi, dan petrografi ini dengan memberikan batasan akses kunjungan wisata untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut. terutama di cagar budaya Goa Mengkuris yang memiliki lukisan prasejarah telapak tangan.
“Karena ini memiliki nilai sejarah penting (telapak tangan), kami usulkan hanya boleh di kunjungi oleh peneliti dan pihal tertentu dengan pengawsan ketat. Termasuk perlu ada pagar pembatas untuk melindungi dari kerusakan akibat sentuhan langsung maupun gangguan lainnya,”imbuhnya.

Secara umum, dirinya mengaku kagum dengan kondisi Goa Mengkuris itu masih sangat terjaga dengan baik. dirinya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat disekitar kawasan tersebut yang memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga dan melestarikan aset penting sejarah peradaban manusia yang ada di dalamnya.
"Ini pertama kali saya melihat gua dengan cap tangan di sini. Sebelumnya saya melihat di Maros dan beberapa negara lain. Ini luar biasa," katanya.
Ia berharap seluruh bukti sejarah dan geologi yang ada di Gua Mengkuris dapat terus terjaga kualitasnya sehingga tetap menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat peluang Sangkulirang–Mangkalihat memperoleh status sebagai Geopark Nasional.
Penulis : Maul;ana
#Catatan Kaki
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.