Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Program UMI Jadi Upaya Penguatan Pendidikan Spiritual di Kutai Timur

Program UMI Jadi Upaya Penguatan Pendidikan Spiritual di Kutai Timur

SANGATTA- Program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode UMI di sekolah negeri terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Program yang mulai dijalankan sejak 2024 itu kini telah menjangkau 39 sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Sangata Utara dan Sangata Selatan.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan program tersebut diawali sebagai pilot project di tujuh sekolah sebelum diperluas pada akhir 2025.



“Alhamdulillah pada hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi program pembelajaran Al-Qur’an metode UMI di sekolah negeri. Program ini dimulai tahun 2024 dengan tujuh sekolah sebagai pilot project, kemudian pada akhir 2025 meningkat menjadi 39 sekolah,” ujarnya.



Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk melihat capaian program sekaligus mendengarkan berbagai kendala di lapangan agar dapat dicarikan solusi bersama.



Ia menjelaskan, target utama program tersebut adalah memastikan peserta didik muslim di sekolah negeri mampu membaca Al-Qur’an dengan baik saat lulus SD maupun SMP.



“Minimal siswa bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, baik makhraj huruf, tajwid, tartil hingga tahsin. Syukur-syukur mereka juga hafal juz 30 sebagai bekal kecintaan terhadap Al-Qur’an,” katanya.



Saat ini, program UMI didukung sebanyak 191 tenaga pengajar yang terdiri dari 159 ustaz dan ustazah serta 32 koordinator yang ditempatkan di 39 sekolah. Honorarium para pengajar dibebankan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, masing-masing Rp1,5 juta per bulan untuk guru pengajar dan Rp1,75 juta bagi koordinator.




Mulyono menambahkan, ke depan pihaknya tengah menyusun konsep agar program UMI dapat diterapkan di seluruh sekolah negeri di Kutai Timur. Rencana tersebut juga akan dilaporkan kepada Bupati Kutai Timur untuk mendapatkan dukungan, termasuk kemungkinan keterlibatan perusahaan melalui program CSR.



“Nanti kita hitung kebutuhan guru dan pembiayaannya. Harapannya CSR perusahaan di tiap kecamatan bisa ikut mendukung pembinaan mental spiritual dan pendidikan keagamaan di Kutai Timur,” jelasnya.




Ia menegaskan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian yang sama terhadap pendidikan keagamaan non-muslim. Bahkan, program pembinaan bagi guru agama Nasrani juga telah berjalan, termasuk studi pembelajaran keagamaan ke Solo.



“Jadi tidak ada pembedaan. Semua agama diberikan ruang untuk mengembangkan program pembinaan sesuai keyakinannya masing-masing,” tutupnya.


Penulis :  Tejho

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.