DISKOMINFO PERSTIK KUTIM, SANGATTA – Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kutai Timur, Selasa siang, kembali menggelar rapat evaluasi. Rapat yang digelar di kantor BPBD Kutai Timur, dipimpin Wakil Bupati H. Kasmidi Bulang, ST., MM bersama Sekda Drs. H. Irawansyah, M. Si. (7/7/20)
“Dua hari lalu, terkonfirmasi sampai 19 orang dari delapan perusahaan. Kemudian tambah lagi satu jadi 20 dari pelaku perjalanan kalangan perusahaan juga. Mereka adalah, pekerja yang cuti ke luar kota dan masuk dalam zona merah atau pendatang dari zona merah akan bekerja di Kutim,” ungkap Wabup Kasmidi.
Wabup Kasmidi meminta tegas kepada pihak perusahaan, agar tidak memberi izin cuti pada karyawannya dengan tujuan daerah zona merah atau hitam. “Untuk karyawannya yang ingin cuti ke luar kota, terutama ke zona merah atau hitam, wajib tidak diberikan izin. Apabila tetap pergi dan ketahuan, jangan disuruh kembali, sampai kondisi di Kutim, benar-benar normal. Kecuali dia cuti dengan suatu alasan penting yang bisa dipertanggungjawabkan. Itu pun dengan prosedur kesehatan pencegahan Covid 19 ", ungkapnya.
Selain itu, ia juga meminta aparat bersama Satpol PP aktif berpatroli keliling. Karena, Kutim belum bebas dari Covid-19. “Mari kita tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan. Gunakan masker, jaga jarak dan hindari tempat hiburan. Tim akan keliling, ke tempat hiburan, café untuk mengontrol masyarakat yang tidak menggunakan masker dan memberi sanksi,” ujarnya. (Tim Diskominfo Perstik Kutim)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.