MUARA BENGKAL – Apel pagi di halaman Kantor Kecamatan Muara Bengkal, Senin (31/8/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Bagi jajaran pegawai yang hadir, apel tersebut menjadi momen perpisahan dengan Camat Muara Bengkal, Mansyur Ady, yang mengakhiri masa tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memasuki masa purna tugas pada 1 September 2026.
Di hadapan para staf dan pegawai, Mansyur menyampaikan sejumlah pesan sebelum meninggalkan jabatan yang selama ini diembannya. Ia berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Kecamatan Muara Bengkal dapat melanjutkan kebersamaan yang telah terbangun, sekaligus mampu mengayomi seluruh pegawai tanpa membeda-bedakan.
“Siapa pun yang nanti menggantikan camat, mudah-mudahan dapat mengayomi kawan-kawan, Bapak, Ibu sekalian,” ujarnya.
Menurut Mansyur, seorang pemimpin harus mampu menempatkan seluruh pegawai secara adil. Ia berharap tidak ada perlakuan berbeda hanya karena kedekatan atau faktor tertentu.
“Siapa pun yang memimpin, saya harapkan tidak memilah-milih. Jangan ada anak emas, ada anak kandung, ada anak tiri dan lain sebagainya,” pesannya.
Di tengah pesan-pesan tersebut, Mansyur juga menyampaikan harapannya agar Kecamatan Muara Bengkal terus berkembang dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Menjelang berakhirnya masa pengabdian, Mansyur tidak hanya berbicara mengenai kepemimpinan dan keberlanjutan pemerintahan kecamatan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun sikap yang kurang berkenan.
Ia menyadari, selama memimpin tentu tidak semua keputusan maupun tindakan dapat diterima oleh semua pihak. Karena itu, ia memilih menutup masa pengabdiannya dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Secara pribadi dan keluarga, saya mohon maaf jika selama memimpin ada kesalahan-kesalahan, baik tutur kata maupun perilaku,” ucapnya.
Apel pagi terakhir itu pun menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian Mansyur Ady di Kecamatan Muara Bengkal. Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas sebagai ASN, 1 September 2026 menjadi awal baru baginya untuk memasuki masa purna tugas.
Bagi jajaran Kecamatan Muara Bengkal, pesan tersebut bukan sekadar kata-kata perpisahan. Ada harapan agar kebersamaan dan kekompakan yang telah terbangun tetap terjaga, sementara pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dan menjadi prioritas di bawah kepemimpinan (Tejho)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.