SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh perangkat daerah mengintensifkan pelaksanaan pekerjaan fisik dan memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai target sebelum batas akhir tahun anggaran. Percepatan tersebut harus disertai komitmen yang terukur agar program yang telah direncanakan dapat diselesaikan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Ardiansyah saat Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) ke-III Kabupaten Kutai Timur yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten, Sangatta, Selasa (27/10/2026).
Dalam arahannya, Ardiansyah mengingatkan bahwa capaian pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari persentase realisasi anggaran. Di balik angka tersebut, terdapat kebutuhan masyarakat yang harus segera dipenuhi, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan ruang kelas, hingga pembenahan fasilitas pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan.
“Di setiap persen ada jalan yang menunggu diperbaiki, ruang kelas yang menunggu dibangun, desa yang menunggu dilayani. Dan saya percaya bahwa kita mampu mengerjakan itu semua,” ujarnya.
Menurutnya, capaian yang telah diraih sejauh ini bukan sekadar alasan untuk berbangga, melainkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memastikan pekerjaan diselesaikan hingga tuntas.
Ardiansyah juga menyinggung perjalanan kemampuan fiskal Kutim sejak awal pembentukan daerah. Ia membandingkan kondisi anggaran pada masa awal pemerintahan dengan perkembangan anggaran dalam beberapa tahun terakhir, khususnya periode 2021–2024.
Perkembangan tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya kemampuan fiskal yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan daerah. Meski mengakui pendapatan asli daerah (PAD) masih menjadi tantangan, ia menilai pemerintah harus mampu memaksimalkan sumber daya anggaran yang tersedia.
“Kalau hari ini kita merasa PAD kita kurang, memang betul. Tapi kalau dibandingkan dengan jumlah anggaran yang kita miliki sekarang dan tren beberapa tahun terakhir, kita harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menyoroti kebutuhan pembenahan infrastruktur pelayanan pemerintahan, terutama kantor desa dan kantor kecamatan yang kondisinya belum memadai. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia mengungkapkan, masih terdapat camat yang mempertanyakan kepastian perbaikan kantor di wilayahnya. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur pemerintahan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan tidak terus-menerus tertunda.
Karena itu, ia meminta perangkat daerah terkait segera mengidentifikasi kebutuhan, mempercepat pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan, serta memastikan setiap pekerjaan memiliki target penyelesaian yang jelas.
Melalui Radalok ke-III ini, pengendalian pembangunan diharapkan tidak berhenti pada evaluasi angka realisasi, tetapi juga mendorong penyelesaian pekerjaan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, percepatan pembangunan bukan semata-mata persoalan menghabiskan anggaran menjelang akhir tahun, melainkan memastikan setiap program menghasilkan manfaat nyata, memperbaiki akses pelayanan dasar, dan menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur. (Tejho)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.