SAMARINDA – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan dikembangkan. Karena itu, penguatan kapasitas Ketua TP PKK di tingkat kecamatan dan desa menjadi penting agar mampu menjalankan organisasi sekaligus menggerakkan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Penegasan tersebut disampaikan Siti Robiah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemimpinan Wanita bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 di Samarinda, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini diikuti 159 peserta yang terdiri atas anggota dan pengurus TP PKK dari seluruh wilayah Kutim.
Menurut istri orang nomor satu di Kutim ini, banyak perempuan yang mengemban jabatan Ketua TP PKK karena melekat pada jabatan suami, baik sebagai camat maupun kepala desa. Kondisi tersebut membuat sebagian di antaranya langsung dihadapkan pada tanggung jawab memimpin rapat, menyampaikan sambutan, hingga menggerakkan kader, tanpa sebelumnya memperoleh pembekalan kepemimpinan yang memadai.

“Pemimpin tidak semata-mata dilahirkan, tetapi dibentuk. Kepemimpinan adalah keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan diasah. Itulah tujuan bimbingan teknis ini,” tegasnya.
Siti Robiah menilai, Ketua TP PKK memiliki peran strategis karena tidak hanya memimpin pengurus dan kader, tetapi juga membina kelompok dasawisma serta menjadi mitra kewilayahan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, masyarakat turut memperhatikan sikap, ucapan, dan keteladanan para pemimpinnya. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi, membangun kekompakan, serta mengelola organisasi menjadi bagian penting dari kepemimpinan perempuan.
“Sebagai Ketua TP PKK, Ibu-ibu mengemban peran ganda yang tidak dimiliki banyak orang. Di satu sisi, Ibu adalah pemimpin organisasi yang membawahi pengurus, kader, dan kelompok dasawisma. Di sisi lain, Ibu adalah pendamping camat, kepala desa, atau lurah yang turut membawa wibawa pemerintahan di wilayahnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk saling bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta menyusun Rencana Pengembangan Diri dan Organisasi (RPDO) yang dapat diterapkan setelah kembali ke wilayah masing-masing. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada pengurus dan kader PKK lainnya.
Ia berharap, peningkatan kapasitas kepemimpinan para Ketua TP PKK dapat mendorong gerakan pemberdayaan keluarga yang lebih efektif, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah, yakni Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.
“Gerakan dari keluarga dan desa inilah yang akan menopang terwujudnya visi daerah kita, Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” pungkasnya.(Tejho)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.