SANGATTA – Tim futsal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) harus puas meraih medali perak setelah kalah tipis 2-3 dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada partai final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Bapor Korpri Kalimantan Timur 2026. Bertanding di Tower Futsal, Jalan Yos Sudarso I, Gang Mansur Alam, Sangatta, Sabtu (7/11/2026), tuan rumah sebenarnya sempat membalikkan keadaan sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Kutim yang tampil di hadapan pendukung sendiri mendapat perlawanan sengit sejak awal pertandingan. Kukar lebih dahulu membuka keunggulan melalui gol Muhammad Fairil Reza. Tertinggal satu gol, Kutim berusaha meningkatkan tekanan dan membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Ansari Ramadani berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, semangat pemain Kutim semakin terlihat. Ansari kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol kedua sekaligus membawa Kutim berbalik unggul 2-1. Gol tersebut sempat membuka peluang tuan rumah untuk mengamankan medali emas.
Namun, Kukar mampu merespons tekanan dengan baik. Hendra Aldino mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 2-2. Pertandingan semakin ketat ketika Heri Aulia berhasil mencetak gol ketiga bagi Kukar dan membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Kutim berupaya mengejar ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan. Intensitas permainan meningkat, dengan kedua tim terlibat perebutan bola yang berlangsung ketat. Wasit juga mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain Kutim, yakni Nathaniel dan Muchlis.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Kukar. Hasil tersebut memastikan Kukar meraih medali emas, sedangkan Kutim menempati posisi kedua dan membawa pulang medali perak.
Meski belum berhasil meraih gelar juara, capaian hingga partai final menjadi hasil positif bagi tim futsal Kutim. Perjalanan menuju laga puncak menunjukkan kemampuan tim tuan rumah bersaing dengan kontingen lain dalam kompetisi tingkat provinsi.
Manajer Futsal Kutim, Uud Sudiharjo, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap perjuangan seluruh pemain. Menurutnya, para atlet telah menunjukkan kerja keras, semangat, dan tanggung jawab dalam membawa nama daerah sepanjang kompetisi.
“Sebagai manajer, saya tentu bangga dengan perjuangan anak-anak. Mereka sudah memberikan yang terbaik untuk Kutai Timur. Semangat, kerja keras, dan kebanggaan mereka saat mengenakan nama Kutai Timur di lapangan merupakan sesuatu yang sangat kami apresiasi,” ungkap Uud usai pertandingan.
Ia menilai raihan medali perak menjadi bukti bahwa tim futsal Kutim memiliki daya saing di tingkat Kalimantan Timur. Hasil tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan tim agar tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Bagi Kutim, perjuangan di partai final bukan sekadar soal hasil akhir. Keberhasilan mencapai posisi runner-up menjadi catatan prestasi tersendiri sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan olahraga di daerah.
Dengan hasil ini, Kukar keluar sebagai juara cabang olahraga futsal Porprov IV Bapor Korpri Kaltim 2026, sementara Kutim menutup kompetisi dengan medali perak setelah memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir.(Wiryadi)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.