Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Perkuat Eliminasi TBC, PPTI Kutim Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Terlibat

Jajajarn PPTI Kutim saat mengikuti Webinar PPTI se Indonesia melalui daring (Maulana/IKP Kehumasan)
Jajajarn PPTI Kutim saat mengikuti Webinar PPTI se Indonesia melalui daring (Maulana/IKP Kehumasan)


SANGATTA - Peran masyarakat dan dunia usaha menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kutai Timur (Kutim. Keterlibatan berbagai elemen juga dibutuhkan untuk mendukung penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga memastikan pengobatan berjalan sampai tuntas.

Ketua PPTI Cabang Kutai Timur Ny. Siti Robiah Ardiansyah mengatakan, penyelesaian persoalan terkait TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Namun menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat dalam upaya mengeliminasi TBC. Terutama di wilayah Kutim.

Istri orang nomor satu di Kutim ini juga menyebut,  keterlibatan dunia usaha juga mulai memberikan dukungan nyata. Salah satunya melalui salah satu perusahaan yang memiliki kader binaan untuk membantu kegiatan penyuluhan kepada masyarakat secara rutin.

“Semua yang mau bekerja untuk eliminasi TBC kita ajak bekerja sama dan kami siap untuk berkolaborasi,” katanya. Rabu (23/09/2026)

Ia menilai edukasi masih menjadi pekerjaan penting karena sebagian masyarakat, termasuk kalangan pelajar, belum sepenuhnya memahami TBC, mulai dari cara penularan, gejala, pemeriksaan, hingga pentingnya menyelesaikan pengobatan. Karena itu, PPTI terus mendorong kegiatan penyuluhan agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri ketika menemukan gejala yang mengarah pada TBC.

Selain edukasi, PPTI juga berperan dalam mendampingi masyarakat yang masuk kategori terduga TBC. Mereka yang memiliki gejala akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah terinfeksi TBC atau tidak.

Upaya penemuan kasus juga dilakukan melalui investigasi kontak. Apabila terdapat anggota keluarga yang terdiagnosis TBC, orang-orang yang tinggal serumah perlu menjalani skrining untuk mengetahui kemungkinan adanya penularan. Mereka yang dinyatakan positif akan mendapatkan pengobatan, sedangkan kontak yang tidak sakit tetapi memenuhi kriteria tertentu dapat diberikan terapi pencegahan TBC (TPT).


Diketahui, webinar yang berlangsung daring tersebut, menjadi  bagian dari agenda rutin PPTI yang dilaksanakan  di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kutai Timur di daulat menajdi tuan rumah mewakili Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi modal penting karena penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Para pengurus dan kader dapat mengambil peran melalui penyuluhan, edukasi, serta pendampingan terhadap masyarakat yang ditemukan memiliki gejala atau terduga TBC.

Menurutnya, kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai mendorong perubahan di masyarakat. Kesadaran untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan dinilai semakin penting karena keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada penemuan kasus, tetapi juga kepatuhan pasien menyelesaikan pengobatan.

“Dengan penyuluhan, orang semakin paham, semakin mau memeriksa dan mau berobat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara PPTI, masyarakat, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan dunia usaha terus diperkuat. Menurutnya, keterlibatan bersama tersebut menjadi salah satu kunci agar upaya eliminasi TBC tidak hanya menjadi program sektor kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Kutai Timur.
mur.

Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih luas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung target eliminasi TBC 2030. Siti menjelaskan, kepengurusan PPTI sendiri melibatkan berbagai unsur, tidak hanya tenaga kesehatan pemerintah, tetapi juga masyarakat, rumah sakit swasta, hingga unsur perusahaan.(Maulana)

Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.