SANGATTA - Nuansa hangat penuh kekeluargaan mewarnai prosesi Ngatur Dahar atau makan malam bersama keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadhipura dengan jajaran Pemkab dan Forkopimda Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan yang menajdi bagain dari Erau Adat Pelas Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2026. tersebut berlangsung di Rumah Pore, Jalan Ringroad, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (9/10/2026).
Ngatur Dahar dalam adat Kutai merupakan tradisi makan bersama yang memiliki makna kebersamaan, penghormatan, dan mempererat hubungan kekeluargaan dalam suatu acara adat.yang dapat dipahami sebagai bagian dari rangkaian tradisi yang mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Kutai.
Nampak Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang hadir didampingi istrinya, Siti Robiah, Wakil Bupati Mahyunadi bersama istrinya, Masriati, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin, yang didampingi Permaisuri, Hj. Sulastri Adji Ratu Sekar Asih
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, anggota DPRD, pemangku adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Suasana kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya sebatgas makan malam bersama, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpihak yang hadir. Melalui tradisi ini, nilai-nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap adat istiadat terus dijaga di tengah kehidupan masyarakat Kutai Timur.
Dalam konteks pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua, Ngatur Dahar juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah, khususnya tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Erau tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menjaga identitas daerah, serta merawat hubungan antara pemerintah daerah, Kesultanan, dan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026, nilai-nilai adat dan kebersamaan diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kutai Timur.(Maulana)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.