SANGATTA – Sebanyak 222 peserta mengikuti National Climbing Series III Bupati Kutai Timur ke-V yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet panjat tebing, mulai dari kelompok junior hingga senior.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 222 orang menunjukkan besarnya antusiasme terhadap olahraga panjat tebing di Kutai Timur.
“Alhamdulillah, tahun ini luar biasa pesertanya. Tadi disampaikan oleh panitia sebanyak 222 orang. Luar biasa,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ardiansyah mengatakan, kejuaraan panjat tebing tersebut telah menjadi agenda rutin yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten Kutai Timur setiap 12 Oktober. Pelaksanaan tahun ini juga berlangsung di tengah rangkaian kegiatan perayaan daerah, termasuk persiapan di kawasan alun-alun serta penyelenggaraan Erau Adat Kutai Timur.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga mampu memberikan dorongan bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi. Momentum kompetisi diharapkan menjadi ruang bagi atlet junior untuk mengembangkan potensi, sekaligus memacu atlet senior mempertahankan capaian yang telah diraih.
Kehadiran atlet berprestasi di tingkat internasional dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan motivasi tersendiri bagi peserta. Ardiansyah menilai, pengalaman dan pencapaian atlet di level lebih tinggi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih dan berkompetisi.
“Saya berharap momen seri ketiga ini bisa lebih menaikkan prestasi, lebih meningkatkan prestasi, dan memberikan semangat kepada para atlet mulai dari junior sampai senior,” katanya.
Selain menyoroti kompetisi, Ardiansyah turut mengapresiasi semangat atlet yang selama ini rutin berlatih di arena panjat tebing Kutai Timur. Ia mengaku kerap melihat para atlet masih berlatih pada sore hingga malam hari ketika melintas sepulang dari kantor.
Menurutnya, konsistensi latihan menjadi salah satu modal penting dalam membangun prestasi olahraga. Karena itu, ia meminta pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur terus menjaga fasilitas yang tersedia agar tetap layak digunakan.
Ardiansyah menekankan pentingnya pemeliharaan sarana secara berkala, termasuk segera memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan. Dengan fasilitas yang terawat, atlet dapat berlatih secara berkelanjutan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.
Ia juga menilai panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, terutama pada nomor speed yang menjadi salah satu andalan dalam perolehan prestasi.
Pada kesempatan tersebut, Ardiansyah menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kejuaraan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan olahraga daerah. Ardiansyah pun berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat kembali dilaksanakan melalui Climbing Bupati Kutai Timur yang keenam.(Tejho)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.