Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Erau Adat Pelas Benua Kutim, Jaga Warisan Leluhur dan Identitas Daerah

Suasana pembukaan Erau  Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) 2026 (IKP Kehumasan)
Suasana pembukaan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) 2026 (IKP Kehumasan)



SANGATTA – Pelestarian adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan pembangunan. Hal itu menjadi pesan dalam Perayaan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) 2026 yang berlangsung di Rumah Pore, Jalan Ringroad RT 066, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua Etam Berjaya”, kegiatan ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta undangan lainnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, Erau bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghayati sejarah dan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kutai.

“Perayaan ini bukan sekadar pesta adat seremonial, melainkan pijakan penting dalam menghayati sejarah panjang serta warisan budaya leluhur Kutai yang bernilai tinggi,” tutur Ardiansyah.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas, adat istiadat, dan kebudayaan juga menjadi bagian penting dalam membangun daerah.

“Daerah yang kuat bukan hanya daerah yang maju secara ekonomi dan infrastruktur yang megah, tetapi juga daerah yang mampu menjaga identitas, adat istiadat, dan budaya yang harus kita warisi dari para pendahulu kita,” tegasnya.

Ardiansyah juga menjelaskan makna tema yang diangkat pada Erau tahun ini. Adat yang lestari, menurutnya, berarti tradisi tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus dijaga, dipahami, dan dihidupkan oleh generasi penerus.

Sementara itu, tuah benua menjadi harapan akan keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat yang tinggal di tanah Kutai.

“Adat lestari berarti tradisi tidak terhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus dijaga, dipahami, dan dihidupkan oleh generasi ke generasi. Tuah benua menjadi harapan akan keberkahan bagi masyarakat yang hidup di dalamnya,” jelasnya.

Ketua Panitia Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026, Trisno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kebudayaan daerah sekaligus mendukung penguatan sektor pariwisata. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap warisan budaya.

Ia menyebutkan, rangkaian Erau berlangsung selama lima hari, mulai Jumat (9/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).

“Erau ini berlangsung selama lima hari. Kita sudah mulai kemarin dari hari Jumat tanggal 9 yang nanti akan ditutup pada tanggal 13 Oktober 2026,” bebernya.

Trisno menambahkan, daerah yang besar tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga dan menghormati akar budayanya. Karena itu, pelaksanaan Erau diharapkan menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada masyarakat luas.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua. Ia berharap perhatian terhadap simbol dan tradisi Kesultanan terus dijaga agar warisan leluhur tetap lestari.

“Terima kasih setinggi-tingginya atas pelaksanaan Erau Adat Kutai Pelas Benua di Kutim hari ini, teruslah memuliakan simbol-simbol adat istiadat Kesultanan,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Erau, pelestarian budaya diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran bersama. Dengan demikian, tradisi leluhur tetap hidup di tengah masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal.(Irhan)

Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.